Wisata Air Desa: Mengembangkan Embung dan Sungai secara Bertahap
Panduan wisata air desa dengan unit apung modular: mulai dari dermaga kecil dan perahu, pengelolaan BUMDes atau pokdarwis, keselamatan, dan perawatan.
Di banyak desa, embung atau sungai selama ini hanya dilihat sebagai sumber air sawah atau batas wilayah. Padahal, perairan yang sama sering kali sudah punya modal wisata: pemandangan yang tenang, pepohonan di tepinya, dan warga yang mengenal setiap sudutnya. Dengan perencanaan bertahap, wisata air desa dapat dikembangkan tanpa harus langsung membangun fasilitas besar.
Artikel ini membahas langkah-langkah umum bagi pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ingin memanfaatkan unit apung modular secara bertahap dan terukur.
Potensi Wisata Air Desa dari Embung, Danau, dan Sungai
Setiap jenis perairan desa memiliki karakter yang berbeda. Embung desa biasanya tenang dan berukuran terbatas, sehingga cocok untuk aktivitas santai seperti berperahu keliling atau spot foto di atas air. Danau desa menawarkan ruang lebih luas, sedangkan sungai desa bisa menjadi jalur susur sungai bila arus dan kedalamannya memungkinkan.
Wisata air desa juga tidak harus bergantung pada perahu. Platform apung untuk duduk menikmati matahari terbenam, titian di tepi mangrove, atau area memancing bisa menjadi daya tarik awal yang sederhana dan relatif mudah dikelola.
Sebelum merencanakan apa pun, pastikan fungsi utama perairan tetap terjaga. Embung yang berfungsi untuk irigasi atau cadangan air, misalnya, perlu dikoordinasikan dengan pihak pengelolanya agar aktivitas wisata tidak mengganggu fungsi tersebut. Gambaran peran infrastruktur apung di berbagai perairan dibahas dalam artikel wisata air Indonesia dan infrastruktur apung.
Mulai Bertahap: Dari Dermaga Kecil hingga Perahu Wisata Desa
Keunggulan sistem modular adalah fasilitas dapat ditambah sedikit demi sedikit. Desa tidak perlu menyiapkan semuanya sekaligus. Contoh tahapan yang umum:
- Tahap awal: dermaga apung kecil sebagai titik naik-turun perahu sekaligus tempat duduk dan berfoto di atas air.
- Tahap kedua: satu perahu wisata desa untuk rute keliling yang singkat, dengan jadwal dan kapasitas yang jelas.
- Tahap lanjutan: perluasan dermaga, titian apung, atau fasilitas tambahan sesuai minat pengunjung dan kemampuan pengelola.
Untuk dermaga, modul Nusa Dock berukuran 150 × 100 × 40 cm per unit dan dapat disusun lurus, L, T, atau U. Karena modular, susunannya bisa diperpanjang ketika kebutuhan bertambah.
Dua orang bersantai di platform Nusa Dock di tepi hutan mangrove. Sumber: dokumentasi Bajau Indo
Foto di atas memperlihatkan bagaimana platform apung yang sederhana sudah dapat menjadi tempat bersantai di tepi mangrove. Bagi desa, konsep serupa dapat menjadi langkah awal sebelum menambah perahu.
Memilih Perahu Wisata Desa yang Sesuai
Untuk perairan desa yang tenang, perahu ringkas dengan kapasitas kecil biasanya lebih mudah dikelola. Katamaran tipe Kelimutu berukuran 4,6 × 3 m untuk 7–10 orang menurut spesifikasi resmi. Seperti tipe katamaran Bajau Indo lainnya, perahu ini menggunakan ponton LLDPE dengan insulasi polyurethane, rangka aluminium marine grade, kursi rotan sintetis dengan bantalan tahan air, dan atap.
Sebagai gambaran perahu ringkas yang sudah beroperasi, Kebun Raya Bogor menggunakan perahu listrik "Perahu Tutur Danau" berukuran 3 × 4,5 m untuk hingga 10 penumpang di Danau Gunting sejak Desember 2024. Pemilihan perahu untuk desa tetap perlu disesuaikan dengan luas perairan, kedalaman, dan jumlah pengunjung yang diperkirakan.
Pengelolaan oleh BUMDes dan Pokdarwis
Fasilitas wisata air desa yang baik membutuhkan pengelola yang siap. Dalam banyak desa wisata, peran ini diambil oleh BUMDes, pokdarwis, atau kerja sama keduanya. Hal-hal yang perlu disepakati sejak awal:
- Struktur pengelola: siapa yang bertanggung jawab atas operasional, keuangan, dan perawatan.
- Operator perahu: warga yang dilatih mengemudikan perahu dan memahami prosedur keselamatan.
- Aturan kunjungan: jam operasional, kapasitas per perjalanan, dan larangan saat cuaca buruk.
- Pencatatan: jumlah pengunjung, perjalanan, dan pemeriksaan harian sebagai dasar evaluasi.
Keselamatan, Kebersihan Perairan, dan Promosi
Keselamatan
Pelampung untuk setiap penumpang, rambu kapasitas, dan petugas yang mengawasi area dermaga adalah dasar yang tidak boleh dilewatkan. Wisata air desa yang aman akan lebih mudah mendapat kepercayaan pengunjung dan dukungan pemerintah daerah.
Kebersihan perairan
Air yang bersih adalah daya tarik utama. Sediakan tempat sampah di darat, atur jadwal pembersihan, dan libatkan warga dalam menjaga sungai atau embung dari sampah.
Promosi dan perawatan
Media sosial desa, paket kunjungan sekolah, dan acara musiman dapat membantu memperkenalkan destinasi. Angkat keunikan lokal, seperti kuliner, kerajinan, atau tradisi, agar wisata air desa memiliki identitas yang berbeda dari destinasi lain. Di sisi lain, perawatan rutin dermaga dan perahu perlu dianggarkan sejak awal agar fasilitas tetap layak digunakan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah embung desa yang kecil bisa dipasangi dermaga apung?
Bisa dipertimbangkan, tergantung luas, kedalaman, dan perubahan muka air embung. Dermaga apung mengikuti naik-turunnya air, tetapi fungsi utama embung tetap perlu dikoordinasikan dengan pengelolanya sebelum pemasangan.
Bagaimana mekanisme pengadaan bagi BUMDes atau desa?
Mekanisme pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku bagi desa dan BUMDes, yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Sebaiknya konsultasikan dengan pendamping desa atau instansi terkait, lalu siapkan data teknis yang dibutuhkan bersama penyedia.
Apakah perahu wisata desa harus bermesin?
Tidak selalu. Penggerak dipilih sesuai luas perairan, rute, dan kebutuhan pengelola. Untuk perairan tenang, penggerak yang senyap seperti motor listrik dapat menjadi pertimbangan, sebagaimana digunakan pada contoh di Kebun Raya Bogor.
Desa Anda punya embung, danau, atau sungai yang ingin dikembangkan menjadi wisata air? Kirimkan foto perairan dan gambaran rencana pengelolaannya ke WhatsApp 0878-5931-4314 atau marketing@bajauindo.com, dan diskusikan tahap awal yang realistis bersama tim Bajau Indo.
Bagikan artikel ini: